Senin, 29-11-2021
  • Assalamu alaikum Selamat Datang di Website SMA Al Muhajirin Purwakarta dengan Visi : "Menjadi Sekolah Unggulan Berbasis Integrasi Ilmu di Tahun 2025".

Cokelat, Si Manis Penghilang Badmood

Diterbitkan : - Kategori : Artikel / Esai

Setiap orang pasti pernah merasakan badmood, sedih, galau, dan lain sebagainya. Tak jarang mereka memilih cokelat menjadi bahan pelarian, terutama bagi kaum remaja. Selain rasanya yang manis, ternyata cokelat juga memiliki manfaat yang luar biasa. Banyak orang yang percaya cokelat dapat mengurangi mood negative (Tsamarah, 2018). Tak hanya itu, cokelat juga sering dilambangkan sebagai perasaan kasih sayang seseorang.

Cokelat juga sering dijadikan bahan utama makanan terutama dalam pembuatan kue. Karena rasanya yang manis dan memiliki banyak manfaat, jangan heran jika cokelat disukai dari kalangan balita sampai lansia sekalipun. Apalagi zaman sekarang cokelat memiliki berbagai macam varian yang membuatnya semakin terasa enak dan mempunyai tampilan yang sangat menarik.

Cokelat berasal dari biji kakao (Theobroma cacao) yang pertama tumbuh di Amazon Utara sampai ke Amerika Tengah. Kebiasaan meminum cokelat dimulai oleh para bangsawan suku Aztec. Pada masa itu suku Aztec menyebut cokelat dengan sebutan “Xocolatl” yang berarti minuman pahit. Hal ini dikarenakan pada zaman dahulu cokelat masih memiliki rasa yang pahit dan sepat. Berbeda dengan sekarang, cokelat ditambahi perasa manis dan memiliki banyak varian rasa.

  Biji kakao dianggap sebagai barang yang mulia, suku Aztec sering menggunakan biji kakao ini dalam melakukan upacara adat keagamaan bahkan dijadikan media dalam beribadah. Selain dianggap mulia, biji kakao juga dianggap sebagai barang yang sangat berharga, karena zaman dahulu biji kakao dijadikan sebagai alat pembayaran atau alat tukar menukar yang sah.

Dua penelitian dari Loma Linda University di California yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan Experimental Biology di San Diego tahun 2018 lalu, menyebutkan bahwa cokelat dapat memberikan dampak yang bagus bagi tubuh dan suasana hati seseorang. Di antaranya cokelat dapat menenangkan pikiran, mengurangi stres, dan bahkan dapat meningkatkan kekebalan sistem imun.

Cokelat atau chocolate mengandung tiga zat yang berperan penting dalam mengatur perasaan senang pada diri seseorang yaitu, theobramine, phtheobramine dan phenylethylamine. Nah, phenylethylamine merupakan neuromodulator yang membantu mengatur suasana hati. Terutama dalam cokelat hitam yang dapat merangsang produksi endorfin. Kandungan tiga zat tersebut mempunyai peranan penting dalam mengatur perasaan bahagia dalam diri seseorang dan bisa juga dijadikan sebagai obat anti depresan. Ketika hormon serotinin meningkat, maka seseorang dapat merasakan perasaan senang dalam dirinya.

Hormon serotinin (hormon kebahagiaan) juga dipengaruhi tiga hormon yang merangsang perasaan bahagia. Keseimbangan hormon-hormon ini dapat berpengaruh pada suasana hati seseorang. Ketiga hormon itu yaitu dopamin, oksitosin, dan endorfin. Tiga hormon tersebut memiliki fungsinya masing-masing. Endorfin mempunyai fungsi meredakan gejala depresi, stress, dan dapat memberikan rasa kenyamanan dalam diri kita. Dopamin mempunyai peran dalam mengatur suasana hati yaitu dapat mempengaruhi kesenangan diri. Oksitosin juga disebut sebagai hormon cinta. Salah satu fungsinya adalah menguatkan ikatan batin antara ibu dan anak.

Penelitian tersebut juga menyatakan bahwa cokelat hitam dengan takaran 70% kakao dapat memperbaiki mood. Hal ini menunjukan semakin tinggi konsentrasi kakao maka semakin bagus juga dampak yang ditimbulkan dalam memperbaiki suasana hati. Hormon koristol (hormon stres) akan meningkat dan berdiam diri lebih lama dalam tubuh ketika kita mengalami stres. Hal ini mengakibatkan kadar hormon endorfin (hormon kebahagiaan) akan menurun. Sehingga, ketika kita mengalami stres, kemudian kita mengonsumsi cokelat, maka sedikit demi sedikit tingkat stres kita skan menurun dan merasa sedikit tenang. Hal ini disebabkan karena cokelat merupakan salah satu makanan yang dapat mengurangi kadar hormon koristol.

Cokelat juga mengandung flavanol sejenis flavonoids yang fungsinya dapat menangkal radikal bebas dalam tubuh. Peneliti dari Universitas California di Amerika Serikat menyatakan bahwa kandungan antioksidan dalam cokelat hitam (dark chocolate) mampu mencegah oksidasi LDL (Low Density Lipoprotein) yaitu sejenis kolestrol jahat sebesar 75%. Selain itu, kandungan flavonoid dalam cokelat juga berfungsi sebagai pelindung kulit yang sangat efektif, karena dapat melindungi kulit dari paparan sinar UV. Jadi jangan heran jika menemui cokelat menjadi bahan campuran dalam produk kecantikan.

Sangat banyak manfaat dan keistimewaan yang dimiliki cokelat. Seharusnya kita dapat mensyukuri segala nikmat yang sangat berlimpah yang telah Allah berikan. Segala sesuatu yang Allah ciptakan pasti selalu ada hikmahnya, tidak mungkin Allah menciptakan sesuatu dengan sia-sia tanpa ada manfaatnya. Sebagaimana tertera dalam Al-Qur’an surah Sad ayat 27,

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَاطِلًا ۚ ذَٰلِكَ ظَنُّ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ كَفَرُوا مِنَ النَّار

 “Dan kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka.” (QS. Sad: 27)

Walaupun cokelat memiliki manfaat yang banyak, kita harus tetap memerhatikan asupan cokelat yang kita makan. Jangan terlalu berlebihan dalam mengonsumsi cokelat. Segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Sebagaimana dalam Al-Qur’an surah Al-A’raf ayat 31 yang artinya, “Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap memasuki masjid, dan makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan”.

Jadi cokelat mempunyai peranan penting dalam mengatur suasana hati, karena cokelat mengandung zat-zat yang berfungsi memperbaiki suasana hati. Mulai dari meningkatkan mood, menghilangkan stres dan dampak positif lainnya. Jadi kabar mengenai cokelat dapat menghilangkan mood negatif itu fakta. Walaupun begitu, kita juga tidak boleh berlebihan dalam mengonsumsi cokelat, karena sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.


Aan Anisa, 12 MIPA 2
image ref from : canva