Senin, 29-11-2021
  • Assalamu alaikum Selamat Datang di Website SMA Al Muhajirin Purwakarta dengan Visi : "Menjadi Sekolah Unggulan Berbasis Integrasi Ilmu di Tahun 2025".

Kenapa Kamu Berpikir?

Diterbitkan : - Kategori : Artikel / Esai

Pernahkah kalian jengkel ketika bangun tidur langsung memikirkan banyak hal? Jika iya, berarti ada kabar baik untukmu, kamu termasuk orang yang normal. Manusia dianugerahi akal budi dan kemauan yang sangat kuat. Sehingga manusia selalu ingin tahu. Demi memuaskan rasa ingin tahunya itulah, manusia berpikir.

Banyak dari kita berpendapat bahwa kesehatan fisik lebih penting daripada kesehatan mental. Persepsi ini muncul karena manusia terkadang hanya pada fokus apa yang terlihat saja. Padahal pikiran dan mental yang sehat adalah hal yang utama. Segala hal yang ada di dunia ini dimulai dari pikiran dan hati. Untuk itu kita memang selalu harus berpikir positif.

Berpikir juga memberi kemungkinan manusia untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Dalam konteks yang luas, perintah iqra (bacalah) yang tertulis dalam Al-Qur’an yang berkaitan dengan perintah Allah kepada manusia untuk berpengetahuan. Seperti kata yatafakaruun (berpikirlah/gunakan akal) yang tertulis dalam Al-Qur’an surah Al-Imran: 190.

اِنَّ فِىۡ خَلۡقِ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ وَاخۡتِلَافِ الَّيۡلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الۡاَلۡبَابِ

“Sesungguhnya di dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda bagi orang yang berpikir.(QS. Al-Imran: 190).

Ayat tersebut memberikan penjelasan kepada kita agar senantiasa memikirkan fenomena alam yang ada di langit dan di bumi. Hanya orang yang berpikirlah yang dapat menemukan hikmah dari segala sesuatu yang terjadi di semesta ini.

Pikiran juga disebut dengan gagasan dan proses mental. Berpikir memungkinkan seseorang untuk mempersentasikan dunia sebagai model dan memberikan perlakuan terhadapnya secara efektif sesuai dengan tujuan, rencana, dan keinginan. Selain berpikir, terdapat kata lain yang merujuk pada konsep dan proses yang sama di antaranya kognisi, pemahaman, kesadaran, gagasan, dan imajinasi.

Selain untuk mendapatkan pengetahuan, berpikir juga merupakan olahraga bagi otak. Berpikir sangat penting untuk memberikan kesehatan untuk otak kita. Tanpa berpikir berarti otak akan mengalami gangguan atau sakit. Otak adalah alat yang sentral dalam tubuh karena otak merupakan bagian organ tubuh manusia yang menjadi pusat segala daya kekuatan untuk hidup. Otak yang sehat akan menghasilkan pola pikir yang sehat. Namun sebaliknya otak yang sakit maka akan menghasilkan pemikiran yang sakit pula. Berpikirlah dengan baik karena itu akan berpengaruh pada fisik kita.

Ada banyak hal yang mungkin telah kamu alami di setiap lika-liku kehidupan. Baik sedih maupun senang, tentunya kita harus siap menghadapinya. Namun, alangkah baiknya kita dapat berpikir dalam setiap situasi yang ada. Pepatah bijak mengatakan, berpikir dahululah sebelum berbicara. Jangan sampai semua yang kamu ucapkan membuat orang yang mendengarkan itu tersakiti. Kita sebagai manusia harus saling menjaga satu sama lain, terutama berbicara. Karena saking bahayanya lidah, dia dipagar oleh gigi, dirapat oleh bibir. Sebagaimana hadis Nabi Muhammad Salallahu ‘alaihi wassalam yang telah diriwayatkan oleh Muslim. “Dari Abu hurairah Radhiyallahu’anhu bahwasanya Nabi Muhammad Shalallahu ‘laihi wassalam bersabda,’Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan suatu kata yang tidak ia pikir (apakah ia baik atau buruk) sehingga dengan satu kata itu, ia terjerumus ke dalam neraka yang di dalamnya lebih jauh daripada jarak antara barat dan timur.”(H.R Muslim).

Manusia adalah makhluk yang dianugrahi akal pikiran oleh Tuhan. Dengan adanya akal pikiran tersebut tentunya kita dapat memanfaatkannya untuk berpikir. Oleh karena itu, manusia itu makhluk Allah yang diberi keistimewaan yakni berupa akal dan perasaan. Berpikir kritis juga penting, loh. Berpikir kritis adalah konsep untuk merespon sebuah pemikiran yang kita terima. Menurut Wikipedia respon tersebut melibatkan kemampuan untuk mengevaluasi secara sistematis. Konsep ini telah dikembangkan sejak 2500 tahun yang lalu.

Selalu berpikir positiflah dalam setiap keadaan karena dapat berpengaruh baik pada tubuh kita. Masalah apa pun bisa datang kapan saja dalam kehidupan. Ketika dihadapkan pada satu persoalan, fokus kanpikiran pada hal-hal baik yang ada di balik persoalan tersebut, meski hanya berupa hal kecil. Oleh sebab itu, biasakan untuk bersyukur agar pikiran tetap positif dan hidup terasa lebih berarti. Kita dapat mensyukuri apa pun yang kita miliki, baik keluarga, teman, pekerjaan, ataupun hal-hal lain yang membuat bahagia.


Adilla Putri Ananda, 12 MIPA2