Senin, 29-11-2021
  • Assalamu alaikum Selamat Datang di Website SMA Al Muhajirin Purwakarta dengan Visi : "Menjadi Sekolah Unggulan Berbasis Integrasi Ilmu di Tahun 2025".

Pertanian di Era Modern

Diterbitkan : - Kategori : Artikel / Esai

Zaman semakin maju, perkembangan teknologi semakin canggih. Begitupun dengan teknologi di dunia pertanian, segala sesuatu menjadi terasa lebih mudah. Teknologi yang ada di Indonesia semakin berkembang ke arah yang lebih maju dan tergolong cepat. Pertanian Indonesia juga sudah bisa mengimbangi dengan negara lain. Pertanian modern yang sekarang ini berjalan memberikan dampak atau respon pada petani untuk mereka gunakan sebagai pekerjaan mereka.

Pada dasarnya kita bisa melihat dari beberapa hal yang dapat dinilai dari pertanian modern. Faktor yang mendukung pertanian modern adalah Sumber Daya Manusia (SDM); benih berkualitas tinggi; hasil pertanian, perikanan, dan peternakan yang berkualitas; serta mekanisasi berteknologi tinggi. Namun tak dapat dipungkiri, kita melihat beberapa petani yang masih melakukan kebiasaan yang berdampak buruk dalam pertanian, para petani kebanyakan bertumpu pada pasokan eksternal berupa bahan-bahan kimia buatan seperti pupuk dan pestisida.

Untuk menjadikan pertanian ini sebagai hasil yang dapat dipertahankan terus menerus, adapun yang harus dipahami dalam setiap pertanian di Indonesia, penggunaan pupuk dan pestisida kimia merupakan bagian dari Revolusi Hijau yang menjadi sebuah proyek ambisius Orde Baru, untuk memacu hasil produksi pertanian dengan menggunakan teknologi modern

Konsep pertanian modern tidak hanya membahas usaha untuk pemenuhan kebutuhan pangan manusia dan pemuliaan spesies pertanian, akan tetapi sudah lebih berpengaruh ke arah bagaimana cara optimalisasi usaha tani, untuk menghasilkan bahan pangan yang bermutu, baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

Peningkatan teknologi pertanian akan berjalan lebih efektif dan efisien, bahkan saat ini perkembangan konsep pertanian yang digunakan yaitu dengan menggabungkan dua konsep awal yang berkesan supaya bisa berjalan dengan sendirinya.

Pertanian organik yang terintegrasi menggunakan sistem budidaya pertanian yang hanya mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan kimia sintetis yang berbahaya. Untuk menanggulangi krisis pertanian modern, maka perlu penerapan pertanian organik yang terintegrasi.

Sedangkan pertanian hidroponik merupakan pertanian yang membudidayakan pemanfaatan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman, cara ini sangat mudah dan tidak perlu memakan lahan yang luas.

Selain itu, tanaman kebun dengan jenis tanaman yang dibudidayakan. Dalam bidang kerja hortikultura meliputi pembenihan, penumbuhan bibit, kultur jaringan, memproduksi tanaman, penanganan hama dan penyakit, panen hasil, pengepakan produk panen, dan pendistribusian.

Islam telah menjelaskan bahwasannya segala sumber kebutuhan manusia sebagian besar berasal dari tanah. Dalam surah Al-A’raf ayat 58 disebutkan,

والبلد الطيب يخرج نبا ته باذن ربه  والد ي خبث لا يخر ج الا نكدا  كد لك نصرف الايت لقوم يشكرون

“Dan tanah yang baik, tanam-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.” (QS. Al-A’raf [7]: 58)

Kebanyakan orang yang meyepelekan para petani, padahal petani merupakan salah satu pekerjaan yang sangat besar perannya dalam mendukung kemakmuran bangsa Indonesia. Terutama dalam mewujudkan ketahanan pangan Indonesia.

Pertanian merupakan suatu komponen penting dari kehidupan kita. Tanpa adanya pertanian kehidupan di dunia ini tidak akan berlangsung. Seiring dengan perkembangan zaman pertanian pun berkembang pula dari berbagai jenis bentuk. Baik dari segi peralatan yang digunakan, tenaga kerja, maupun lahan dan penemuan-penemuan baru tentang pertanian.

Teguh Iman Sejati, 12 MIPA 1
image ref from canva 
Tag :