Senin, 29-11-2021
  • Assalamu alaikum Selamat Datang di Website SMA Al Muhajirin Purwakarta dengan Visi : "Menjadi Sekolah Unggulan Berbasis Integrasi Ilmu di Tahun 2025".

Pandemi Obesitas

Diterbitkan : - Kategori : Artikel / Esai

Penyakit obesitas tentunya sudah tak asing lagi didengar oleh telinga kita sendiri. Orang baru akan sadar bila tubuhnya sudah mengalami efek-efek dari penyakit obesitas. Semua itu tidak lain diakibatkan oleh sistem pola hidup kita yang tidak dijaga dengan baik. Dikutip dari Gayutri Basuki yang mengatakan bahwa banyak perilaku yang bisa mendobrak terjadinya obesitas. Kita ambil contoh seseorang yang mengonsumsi makanan atau minuman berkalori tinggi tanpa melakukan aktivitas fisik untuk membakar kalori berlebihan tersebut, maka kalori yang tidak digunakan itu selanjutnya akan menjadi lemak di dalam tubuh. Sehingga, orang tersebut mengalami pertambahan berat badan hingga akhirnya obesitas.

Kita sadar sesunguhnya Allah SWT tidak menyukai hal yang berlebih-lebihan, seperti kelebihan kalori yang ada di dalam tubuh kita juga akan menghasilkan hal buruk untuk tubuh kita sendiri. Sesuai dengan keadaan tersebut Allah SWT memperjelas perkataannya itu melalui penggalan ayat dalam kitab suci Al-Qur’an yakni surah Al-A’raf ayat 31 yang berbunyi, “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (Q.S Al-A’raf: 31).

Dalam buku yang berjudul Sains dalam Al-Qur’an karangan Nadiyah Thaharah menjelaskan, laki-laki yang lingkar perutnya lebih besar dari pada lingkar dadanya, maka potensi kematiannya akan semakin besar. Nabi memerintahkan untuk menyeimbangkan pola makan dan minum, serta tidak berlebihan dalam keduanya. Beliau juga melarang untuk mengisi lambung dengan makanan secara penuh, karena dapat merusak tubuh dan termasuk pemborosan. Pelakunya dianggap sebagai orang-orang yang mubazir yang dicap Allah sebagai saudara setan.

ان المبذرين كا نوا اخوان الشيطين  وكان الشيطن لربه كفورا

“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS. Al-Isra: Ayat 27)

Obesitas yang menjadi pandemik di dunia saat ini yakni sebuah masalah yang sangat kompleks. Menurut Muhamad H.F., pandemi obesitas terjadi akibat banyaknya perubahan di seluruh belahan  dunia. Perubahan ini tidak hanya berkaitan dengan pengaruh individual saja, melainkan juga karena perubahan yang terjadi secara struktural di hampir seluruh negara di dunia ini. Obesitas merupakan faktor risiko terjadinya penyakit degeneratif seperti hipertensi, penyakit jantung, dan diabetes mellitus. Obesitas juga mampu memberikan risiko komorbiditas yang tinggi terhadap berbagai penyakit seperti hiperinsulinemia, disfungsi sel beta pankreas, hipertensi, sleep apnea, gangguan fertilitas, serta abnormalisasi hormon reproduksi. Seperti yang dikatakan sebelumnya ternyata dalam hal ini yang lebih parahnya obesitas itu dapat memicu terjadinya penuaan otak sejak dini, atau bisa jadi obesitas dapat mempengaruhi kinerja otak manusia.

 Atef Alfia Hidayah dalam hal tersebut dikatakan, di dalam penelitian paling mutakhir yang dipimpin oleh Paul Thomson, Ph.D., Professor of Neurology, pada Lab of Neuro Imaging, UCLA School of Medicine, menunjukkan bahwa orang yang mengalami obesitas memiliki jaringan otak 8% lebih sedikit dibanding pada orang yang berat badannya normal. Sebagai dampaknya, otak mengalami kemunduran hingga 16 tahun, atau 16 tahun lebih tua dibanding orang yang kadar lemaknya dalam kondisi normal. Selain itu diungkapkan, bahwa orang yang masih dalam taraf kegemukan ternyata juga mengalami kemunduran otak. Hasil studi dengan pemindaian otak 94 orang, dengan rata-rata usia 70 tahun tersebut, menunjukkan, bahwa orang gemuk memiliki jaringan otak 4% lebih sedikit, dan otaknya tampak lebih tua 8 tahun.

Selanjutnya Paul Thomson mengemukakan, bahwa hasil studi ini menunjukan bahwa terjadi kemunduran fungsi otak yang berat pada orang obesitas. Orang yang mengalami obesitas kapasitas jaringan otaknya akan berkurang, hal ini menyebabkan penurunan kemampuan kognitif. Sebagai catatan, kemampuan kognitif mencakup kemampuan-kemampuan intelektual, kemampuan berfikir maupun kecerdasan. Paling tidak meliputi kategori kemampuan ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sistem, dan evaluasi.

Selain itu menurut Sudargo T, area lain yang terganggu adalah anterior cingulate gyurs (berfungsi untuk memutuskan perhatian), hippocampus (memori jangka panjang), dan basal ganglia (untuk pergerakan). Sedangkan orang yang termasuk kegemukan, mengalami kehilangan jaringan otak di area basal ganglia, corona radiata, serta pariental lobe (berfungsi sebagai sensori).

Seiring adanya perubahan-perubahan dalam masyarakat, kebudayaan juga mengalami perubahan. Termasuk perubahan sistem pola makan dunia yang seiring waktu semakin berkembang. Perubahan ini akan menjurus pada hal negatif bila kita tidak mendasari semua itu dengan sebuah ilmu. Penting bagi kita menyeimbangkan pola makan dan minum, tidak berlebihan dalam keduanya, serta melakukan olah raga teratur agar terhindar dari obesitas.


Isha Jatmika, 12 MIPA1
image from : canva
Tag : ,