Senin, 29-11-2021
  • Assalamu alaikum Selamat Datang di Website SMA Al Muhajirin Purwakarta dengan Visi : "Menjadi Sekolah Unggulan Berbasis Integrasi Ilmu di Tahun 2025".

Rekayasa Genetika

Diterbitkan : - Kategori : Artikel / Esai

Apakah kalian memiliki rupa yang mirip seperti orangtua kalian? Pastinya, karena kalian berasal dari darah ibu bapak kalian. Tidak hanya manusia, setiap makhluk hidup pasti mempunyai sel yang bernama gen dalam ilmu biologi disebut genetika. Genetika adalah cabang biologi yang menyangkut dengan sifat (hereditas), variasi, serta sifat-sifat penurun. Ilmu genetika seiring zamannya menjadi pesat dan selalu menjadi penelitian para ilmuan. Genetika juga berperan dalam kehidupan sebagai kemajuan dunia menjadi cepat dalam kehidupan.

Ilmu genetika pertama kali diprakarsai oleh Grebor Johann Mendel. Seorang lmuan dan biarawan pada Abad 20. Beliau melakukan uji cobanya di belakang taman dengan menggunakan tanaman kacang, begitu pula dia terinspirasi dua guru beliau di fakultas sektor pertanian, yaitu Friedrich Franz dan Johann Karl Nestler. Pada akhirnya dia menamai hibridisasi dasar atau bisa disebut warisan keturunan yang diganti untuk tanaman atau binatang.

Namun sayang sekali penemuannya dianggap berdampak kecil sehingga banyak orang yang mengkritik hasil uji cobanya. Pada akhirnya, uji cobanya dianggap sebagai pajak oleh pemerintah. Beliau meninggal pada tanggal 6 Januari 1884 karena sakit peradangan ginjal, pada saat itu karya ilmiahnya dibakar oleh kelompok biara untuk akhir perpajakan.

Pada tahun 1900 karya Mendel dianggap oleh para ilmuwan dan disebut sebagai bapak genetika begitu juga selalu menjadi bahan penelitian sampai zaman sekarang, seperti persilangan perkawinan binatang dan buah naga yang berdaging merah, semangka yang berdaging kuning dan sampai hal yang uniknya yaitu semangka tanpa biji. Hal ini berkaitan dengan substansi genetika yang bernama DNA yang memiliki peran yang penting. DNA adalah bahan genetika yang mendasar yang mengontrol sifat makhluk hidup sebagai pusat dalam sel. DNA memilki 26.000-40.000 gen. Setiap gen mengendalikan satu sifat yaitu sebagai penurunan sifat.

Genetika terbagi menjadi 2 bagian, pertama, genetika secara alami yang mana genetika ini tanpa bantuan manusia dan dengan murni secara seleksi alam. Kedua, genetika secara rekayasa adalah manipulasi langsung gen suatu organisme yaitu secara bioteknologi yang digunakan untuk mengubah susunan genetik dari sel untuk menghasilkan organisme yang kualitasnya meningkat.

Para ilmuwan selalu mengandalkan genetika karena manfaatnya banyak bisa menciptakan sesuatu yang baik dari makhluk hidup sebelumnya, sehingga banyak jenis tanaman dan hewan yang memiliki nama latin berbeda tetapi sama dengan nama dasarnya dan meningkat menjadi lebih baik sebelumya contohnya Felix Catus (kucing liar) menjadi Felix Domestica (kucing peliharaan) sehingga menjadi makhluk yang lebih baik dari sebelumnya dan telah dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Qiyamah ayat 38 yang artinya, “Kemudian mani itu menjadi sesuatu yang melekat, lalu Allah menciptakannya dan menyempurnakannya.

Surah Al-Qur’an di atas menjelaskan bahwasannya Allah telah menyempurnakan dengan memberikan kepada seluruh makhluk dengan sel melalui hubungan perkawinan dan memberikan sel di dalam tubuh manusia yang bernama gen atau genetika yang membawa perubahan dan mengatur sifat. Lalu akhirnya menyempurnakan seluruh sel menjadi lebih baik yang telah dijelaskan dalam Al-Qur’an. Begitu juga hasil rekayasa tanaman yang dikutip oleh Ir. I Gusti Ayu (2017) contohnya tomat yang berwarna ungu. Tomat ini bisa bertahan lama dari tomat sebelumnya dan buah grapple yang mana buah ini seperti apel tetapi rasanya seperti buah anggur, cucamelon buah semangka tetapi bentuknya seperti mentimun dan dalam dagingnya seperti jeruk nipis, dari hasil rekayasa tersebut menghasilkan kandungan yang baik gizi yang tinggi. Itulah manfaatnya genetika.

Rekayasa genetika juga bisa digunakan melalui bakteri yang baik bisa membuat makanan menjadi lebih enak dan sehat seperti yoghurt, tape, dan keju. Juga di bidang kesehatan, manfaat dari rekyasa genetika bisa membuat obat-obatan untuk penyakit-penyakit yang baru dan berbahaya. Genetika juga bisa membuat bahan-bahan kimia untuk membasmi kuman dan hama bagi pertanian. Dalam perannya untuk menyelamatkan lingkungan, rekayasa genetika juga berpotensi untuk mengupayakan penyelamatan keanekaragan hayati. Bahkan dalam penangan lingkungan yang sudah terlanjur rusak.

Selain dampak positif tersebut, ternyata rekayasa genetika juga memiliki dampak negatif dalam kehidupan. Dampak negatif tersebut seperti adanya efek samping dari penggunaan pembasmi hama akan berpengaruh pada kadar oksigen di dalam tanah, produksi bahan makanan dengan penggunaan yang haram menimbulkan kekhawatiran pemeluk agama Islam, dan lainnya. Oleh karena itu, gunakanlah suatu itu yang baik dan janganlah mempergunakan dengan niat yang buruk sehingga bisa menghancurkan populasi makhluk dan menjadi senjata biologis dalam kehidupan dan menambah masalah dunia.

Ditulis oleh :
Fathan Baghis Bandjar, XII Mipa 1
image : from canva