Kamis, 28-10-2021
  • Assalamu alaikum Selamat Datang di Website SMA Al Muhajirin Purwakarta dengan Visi : "Menjadi Sekolah Unggulan Berbasis Integrasi Ilmu di Tahun 2025".

Relativitas, Dua Dimensi Waktu

Diterbitkan : - Kategori : Esai

Ketika melakukan perjalanan ke suatu daerah yang baru dikunjungi, banyak orang menggunakan GPS (Global Positioning System) sebagai navigator. Nah, agar navigasi dalam GPS akurat, satelit yang menjadi pusat informasinya harus menggunakan hukum relativitas dalam sistem kerjanya. Hal ini bertujuan untuk menyesuaikan gerak satelit yang sangat cepat. Seandainya tidak ada efek relativitas, informasi GPS yang menyebut jarak tidak akan sama jika diakses pada hari yang berbeda. Misalnya pada hari ini GPS menyebutkan jarak dari suatu titik ke SPBU adalah 0,8 km, bisa jadi pada hari berikutnya GPS menyebutkan jarak menjadi 8 km. Walaupun diakses dari titik yang sama.

Contoh lain, ketika kamu sedang berdiri di peron stasiun kereta, sedangkan temanmu berada di dalam kereta yang melaju dengan kecepatan 80 km/jam. Menurut kamu yang diam, temanmu yang berada di dalam keretalah yang melaju dengan kecepatan 80 km/jam. Namun menurut temanmu yang berada di dalam kereta, dialah yang diam, justru kamu yang berdiri di peron stasiunlah yang bergerak dengan kelajuan 80 km/jam. Itulah yang dimaksud dengan teori relativitas. Jadi, teori relativitas adalah dua giliran yang bergerak secara relatif terhadap masing-masing akan mendapatkan waktu dan interval ruang yang berbeda untuk kejadian yang sama. Meski demikian, isi hukum fisik akan terlihat sama oleh keduanya.

Relativitas ditemukan pada awal abad ke-20 oleh fisikawan asal Jerman, yaitu Albert Einstein. Pada tahun 1905, fisikawan berkebangsaan Jerman itu memublikasikan teori relativitas khusus. Sepuluh tahun kemudian, Einstein mencetuskan teori relativitas umum. Teori relativitas dirumuskannya sebagai E=MC2. Rumus teori relativitas yang sangat populer itu menyatakan kecepatan cahaya adalah konstan. Teori relativitas khusus yang dilontarkan Einstein dengan materi dan cahaya yang bergerak dengan kecepatan sangat tinggi. Sementara teori relativitas umum menyatakan bahwa setiap benda bermassa menyebabkan ruang-waktu di sekitarnya melengkung (efek geodetic wrap). Melalui kedua teori relativitas itu Einstein menjelaskan bahwa gelombang elektromagnetis tidak sesuai dengan teori gerakan Newton. Gelombang elektromagnetis dibuktikan bergerak pada kecepatan yang konstan, tanpa citra gerakan sang pengamat.

Teori relativitas sebenarnya sudah disebutkan dalam Al-Qur’an jauh sebelum Einstein menemukannya. “Dia mengatur kondisi dari langit ke bumi, kemudian (urusan) yang naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu,” (QS. As-Sajdah: 5).

Periode alam semesta yang dinyatakan dalam ayat Al-Qur’an di atas sangat cocok dengan perkiraan ilmuwan. Sebagai contoh, periode seribu tahun menurut Al-Qur’an dapat dianggap sebagai satu hari. Maka jelaslah bahwa waktu memang sangat relatif. Demikian pula hal yang terjadi pada kasus waktu menurut ukuran manusia berbeda dengan waktu menurut Allah SWT. Waktu untuk ukuran manusia dihitung dengan perhitungan yang dilakukan pada peredaran bulan dan matahari.

Perbedaan perhitungan waktu menurut ukuran manusia dan Allah termaktub dalam Al-Qur’an surah Al Mu’minun ayat 112–114, “Allah bertanya, ‘Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?’ Mereka menjawab ‘Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.’ Allah berfirman, ‘Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui.’” (QS. Al Mu’minun: 112–114)

Relativitas waktu ini sangat tepat memberikan perspektif tentang alam semesta yang berlangsung 15-20 miliar tahun silam. Dengan demikian, semua penjelasan itu menunjukkan sebelum Einstein, teori relativitas sudah dihadirkan kepada manusia oleh Al-Qur’an. Hanya saja, semua teknologi yang dimiliki manusia pada zaman dulu belum bisa menjabarkan hal tersebut.

 

Adnan Qushoyri-SMAS Al Muhajirin Purwakarta

sumber image : canva