Kamis, 28-10-2021
  • Assalamu alaikum Selamat Datang di Website SMA Al Muhajirin Purwakarta dengan Visi : "Menjadi Sekolah Unggulan Berbasis Integrasi Ilmu di Tahun 2025".

Manfaat Si Rumput Penghuni Laut Part 1

Diterbitkan : - Kategori : Esai

Kekayaan alam samudera dan pulau-pulau di Indonesia memang sangat luas. Dari sana, pasti sangat banyak flora dan fauna di dalamnya. Salah satunya adalah rumput laut. Jendral Industri Menengah, Gati Wibawaningsih (2019) menyatakan bahwa Indonesia dinobatkan sebagai penghasil rumput laut terbesar di dunia. Pasti kita ingin lebih tahu apa itu rumput laut, jenis-jenisnya, dan klasifikasinya.

Rumput laut biasanya digunakan sebagai campuran olahan makanan yang dibuat di rumah ataupun perusahaan. Terkadang orang masih mempertanyakan mana rumput laut yang bisa dimakan dan mana yang tidak. Oleh karena itu, kita simak bersama-sama rumput laut yang bisa dimakan oleh manusia agar tidak salah memilih rumput laut.

Rumput laut dikenal dengan istilah sea-weeds menurut bahasa ilmiah bernama alga atau ganggang. Dilihat dari ukurannya, rumput laut terdiri dari jenis mikroskopik dan makroskopik. Istilah rumput laut sebenarnya tidak tepat, karena rumput laut tidak termasuk jenis rerumputan (Graminae). Selain disebut rumput laut dan sea-weeds, istilah untuk rumput laut juga sering disebut agar-agar karena teksturnya yang mirip dengan agar-agar. Jenis rumput laut yang disebut dengan agar-agar ialah jenis rumput laut dari spesies Gracilaria verrucosa dan Gelidium yang mengandung agar.

Rumput laut memiliki klorofil yang membuatnya termasuk ke dalam jenis tanaman. Rumput laut adalah tanaman tingkat rendah yang tidak mempunyai akar ataupun daun sejati. Tumbuhan ini umumnya melekat pada substrat yang berbentuk talus. Rumput laut juga merupakan gabungan dari beberapa tanaman yang tidak bervaskular dan memiliki pigmen klorofil untuk melakukan proses fotosintesis.

Klasifikasi rumput laut ialah kingdom Plantae, divisi Rhodophyta, kelas Rhodophyceae, ordo Gigartinales, famili Solieraceae, genus Eucheuma, spesies Eucheuma cottonii atau Kappa phycus alvarezii. Jenis rumput laut ada yang hidup di perairan subtropis, tropis, dan perairan dingin. Ulin Nikmah (2019) dari ilmuan kelautan menyatakan bahwa ada lima jenis rumput laut atau alga menurut para ilmuan yaitu, Rhodophyta, Cyanophyta, Chlorophyta, Phaeophyta, dan Chraysophyta.

Rhodophyta merupakan jenis rumput laut merah/alga merah. Asal warna merah rumput laut ini berasal dari pigmen fikoertrin. Beberapa jenis alga merah banyak dikonsumsi manusia, seperti gelidium yang memiliki panjang kurang lebih 20 cm dan lebar 2 mm. ciri lain yang dimiliki alga jenis ini adalah memiliki talus berwarna merah, coklat, dan warna pirang. Selanjutnya ada Acantophora spicifera, rumput laut Acantophora spicifera sering disebut juga acon-new. Talusnya memiliki ciri-ciri silindris, percabangan bebas, tegak, terdapat duri-duri pendek di sekitar talus. Tubuh talus ini berwarna coklat tua, pirang, rumpun lebat dengan percabangan yang bebas atau ke segala arah.

Jenis yang kedua yaitu Cyanophyta atau jenis rumput laut biru/alga biru. Alga ini memiliki sel tunggal karena alga ini mirip dengan bakteri. Alga Cyanophyta berwarna hijau kebiru-biruan, selain klorofil yang menjadikannya berwarna hijau, alga ini juga memiliki phycoyanim yaitu zat yang berwarna biru pada tumbuhan. Dalam satu kelompok alga biru yang saling melekat ini, terdapat 2-8 sel di dalamnya. Lendir yang dimiliki oleh alga ini berfungsi untuk melindungi sel tersebut.

Chlorophyta (jenis rumput laut hijau/alga hijau) tidak memiliki warna (pigmen) lain, sehingga ia hanya memiliki chlorophyl yaitu warna hijau. Ciri-ciri dari alga ini memiliki warna hijau, talus yang berbentuk lembaran, batangan yang memiliki tekstur lunak, keras, dan terdiri dari satu sel atau bersel banyak.

Abdul Haris Qusaeri-SMAS Al Muhajirin
sumber image from : Canva