Senin, 29-11-2021
  • Assalamu alaikum Selamat Datang di Website SMA Al Muhajirin Purwakarta dengan Visi : "Menjadi Sekolah Unggulan Berbasis Integrasi Ilmu di Tahun 2025".

Jawaban untuk Kamu yang Masih Bertanya, ‘Dari Mana Kita Berasal?’

Diterbitkan : - Kategori : Artikel / Esai

Manusia adalah mahluk paling sempurna yang diciptakan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. Kesempurnaan yang dimiliki oleh manusia merupakan suatu konsekuensi fungsi dan tugas mereka sebagai khalifah di muka bumi ini, Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman dalam surah Al-Hijr ayat 28,

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَاٍ مَّسْنُوْنٍۚ

Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk.

Dalam ajaran Islam, Nabi Adam dikenal sebagai manusia pertama. Dalam ilmu sejarah yang dipelajari di sekolah, muncul teori yang dikenalkan oleh Charles Darwin, bahwa manusia pertama itu berasal dari evolusi kera dan merupakan anggota Homo sapiens. Tentu saja, Al-Qur’an lebih bisa mematahkan teori ini. Namun, pertanyaan tentang asal usul manusia dari zaman dahulu hingga saat ini masih diteliti.

Berbicara tentang asal-usul kejadian manusia, sama halnya berbicara tentang asal usul kehidupan. Ada banyak teori yang berbicara tentang asal-usul kehidupan dan hidup. Ada teori dari Aristotles (384-322 M) yang disebut sebagai teori Abiogenesis atau Generasio Spontanea. Menurut teori ini, semua yang hidup muncul secara terus menerus dari yang mati. Namun teori ini diragukan oleh Lazardo Spanlazani, Frencesco Redi (dari Itali) dan Louise Pasteur (dari Perancis), berhasil membuktikan bahawa makhluk hidup tidak dari benda yang mati.

Menurut Carolus Linnaeus mendukung teori evolusi yang mengatakan bahwa makhluk hidup (manusia) berasal dari makhluk yang mempunyai bentuk maupun kemampuan yang sederhana, kemudian mengalami evolusi dan kemudian menjadi manusia seperti sekarang ini. Mereka beralasan dengan adanya penemuan-penemuan ilmiah berupa fosil seperti jenis Pithecanthropus dan Meghanthropus.

Di sisi lain, banyak ahli agama yang menentang adanya proses evolusi manusia tersebut. Hal ini didasarkan pada berita-berita dan informasi-informasi yang terdapat pada kitab suci masing-masing agama yang mengatakan bahwa Adam adalah manusia pertama. Amat penting memahami dengan gamblang bagaimana asal-usul manusia yang sebenarnya.

Menurut pendapat Quraish Shihab, ketika Al-Qur’an membicarakan tentang manusia pertama ini, hanya dinyatakan bahwa diciptakan dari tanah. Lalu, proses akhirnya dihembuskan ruh maka jadilah manusia “mungkin itu adalah manusia modern,” kata Quraish.

Dan sekarang saya akan mencoba menjelaskan asal-usul manusia menurut Al-Qur’an di antara sekian banyak penemuan yang sudah didapatkan oleh para peneliti dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin hari semakin canggih, akan tetapi masih ada satu permasalahan yang hingga detik ini masih belum mampu ada jawaban dari manusia secara tepat dan benar, dan masalah itu adalah asal usul dari kejadian manusia.

Dari ayat Al-Qur’an kita bisa memahami bahwa manusia memiliki pencipta, yakni Allah Subhanahu wa ta’ala yang juga menciptakan alan semesta beserta isinya. Dari ayat tersebut juga ditegaskan bahwasannya kita terbuat dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam, lalu diberi bentuk.

Dalam ayat lain juga disebutkan manusia pertama yang diciptakan adalah Nabi Adam AS, yaitu dalam QS. Al-Baqarah: 30. Sebuah kebenaran yang tidak dapat dibantah, terutama bagi umat muslim, dan hanya satu sikap yang bisa seorang muslim lakukan adalah percaya dan meyakininya sebagai sebuah kebenaran dan kekuasaan Allah.

Sehingga, kita sebagai umat muslim harus memercayai bahwasannya Nabi Adam AS adalah manusia pertama di muka bumi ini dengan sandaran ayat suci Al-Qur’an. Dengan demikian, telah terbukti oleh kita semua tentang siapakah manusia pertama yang berada di muka bumi ini, yakni Nabi Adam AS yang Allah ciptakan dari tanah.


Muhammad Jamjami, 12 IPA1
Tag :