Senin, 29-11-2021
  • Assalamu alaikum Selamat Datang di Website SMA Al Muhajirin Purwakarta dengan Visi : "Menjadi Sekolah Unggulan Berbasis Integrasi Ilmu di Tahun 2025".

Minuman Hits, Madlarat atau Manfaat?

Diterbitkan : - Kategori : Artikel / Esai

Siapa yang tak kenal dengan minuman bersoda atau soft drink yang sedang hits di zaman sekarang ini? Wajib bagi anak muda membawa minuman yang hits ini ketika berkumpul dengan teman maupun keluarga. Dalam pergaulan, hal ini dijadikan tren dan suatu keharusan. Dengan rasanya yang khas, minuman ini bisa memikat semua orang di berbagai usia.

Tak banyak orang yang tahu bahwa pertumbuhan industri yang berkembang di seluruh dunia menghadirkan bermacam-macam produk minuman berkarbonasi. Apa itu minuman berkarbonasi? Minuman berkarbonasi sama halnya dengan minuman bersoda. Tetapi, ada sedikit yang menjadi pembeda di antara keduanya, yaitu terletak pada kandungannya. Selain karbondioksa, minuman berkarbonasi ini memiliki sedikit kandungan garam yang membuat rasanya sedikit mencolok. Minuman berkarbonasi memiliki kandungan PH yang sedikit yaitu sekitar 3-4, meskipun tidak sampai mengganggu keseimbangan PH tubuh. Sedangkan minuman bersoda mengandung karbondioksida dengan campuran gula, asam sitrat, pemanis buatan seperti sirup jagung fruktosa dll.

                Adapun minuman berkarbonasi dan minuman bersoda ini memiliki beberapa dampak terhadap kesehatan. Jika mengonsumsi keduanya secara berlebihan akan berdampak buruk terhadap kesehatan. Sebuah riset menyebutkan kandungan asam sitrat, karbondioksida, dan gula dalam minuman bersoda dapat menimbulkan kerusakan pada gigi. Selain itu, minuman bersoda dengan kandugan sitrat dan gula yang mengandung banyak fosfor dapat menurunkan kadar kalsium sehingga berisiko memiliki kepadatan mineral tulang yang lebih rendah dan akan berdampak buruk juga terhadap berat badan, gula darah, dan pencernaan.

                Dampak dari minuman dari minuman berkarbonasi berbeda dengan dampak dari minuman bersoda. Minuman berkarbonasi yang tanpa gula tidak terbukti dapat merusak gigi, tidak pula mempengaruhi kesehatan tulang, tidak dapat merusak otak dan pencernaan, akan tetapi minuman berkarbonasi akan menyebabkan rasa kenyang lebih lama dibandingkan dengan minuman biasa. Sehingga jika keduanya dikonsumsi secara berlebihan bisa menimbulkan sejumlah gangguan kesehatan sebagaimana Islam melarang makan dan minum berlebihan, “Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan,” (QS. Al-Araaf: 31).

                Selama ini, kita menemui banyak pendapat ahli yang berpendapat tentang minuman bersoda berdampak negatif bagi tubuh. Di balik kontroversinya, nyatanya minuman bersoda juga punya manfaat, misalnya minuman bersoda melepaskan gas dalam perut saat perut terasa penuh kebanyakan makan, minuman bersoda bisa jadi pilihan untuk meringankan bebanmu. Minuman soda berkarbonasi akan melepaskan gas yang berada dalam lambung, memberikannya ruang kosong yang dapat diisi makanan lagi. Udara dalam peurt pun akan keluar dalam bentuk sendawa yang melegakan. Rasa manis dan intens soda mengurangi mual setelah memakan burger atau goreng-gorengan yang memang terasa enak di awal, tetapi lama kelamaan pasti akan terasa mual.

Meskipun nyatanya minuman bersoda punya manfaat, tentunya dengan mengonsumsinya secara bijak. Jangan minum minuman bersoda tiap hari karena bisa mengakibatkan pengeroposan pada tulang dan gigi hingga obesitas. Dengan demikian pada minuman bersoda dan berkarbonasi telah terbukti ada beberapa dampak negatif dan positif dan cenderung akan menimbulkan sejumlah masalah terhadap kesehatan apabila dikonsumsi secara rutin dan berlebihan. Marilah mulai berperilaku hidup sehat, dimulai dengan memakan makanan yang seimbang dan bergizi kemudian secukupnya dan jangan berlebihan.


Farid Akbar, 12 IPA1
image ref from : canva