Senin, 29-11-2021
  • Assalamu alaikum Selamat Datang di Website SMA Al Muhajirin Purwakarta dengan Visi : "Menjadi Sekolah Unggulan Berbasis Integrasi Ilmu di Tahun 2025".

Mengibas Sprei: Amalan Kecil yang Terlupakan

Diterbitkan : - Kategori : Artikel / Esai

Salah satu cobaan terbesar santri saat berada di pondok pesantren adalah penyakit kulit, contohnya penyakit gatal. Penyakit gatal ini sangat mengganggu proses belajar santri. Gatal yang digaruk akan membuat kulit lecet dan bila dibiarkan akan timbul infeksi yang membuat rasa sakit dan hal ini membuat santri malas mengaji, malas belajar, malas menghafal, dan malas yang lainnya. Nah, bagaimana cara menghindari penyakit gatal tersebut? Salah satu caranya dengan mengibas sprei sebelum tidur.

Mungkin kita sering mengibas sprei sebelum tidur, namun tidak banyak orang yang mengetahui bahwa mengibas sprei sebelum tidur itu sangat bermanfaat. Ilmuan dari Dewan Sanitasi telah membuktikan bahwa saat manusia tidur, sel-sel tubuhnya ada yang rontok jatuh ke tempat tidurnya. Ketika orang itu terbangun dari tidur maka sisa-sisa sel yang jatuh di tempat tidurnya masih menempel dan ini menjadi makanan kutu. Pada hari berikutnya, kutu kasur atau kutu busuk bernama ilmiah Cimex Iectularius melakukan intervensi (perselisihan) dalam tubuh manusia ketika tidur dan hal inilah yang menyebabkan penyakit kulit pada manusia.

Ilmuan mencoba memecahkan masalah ini dengan mencuci bersih sprei namun belum berhasil. Sudah dicoba dengan menggunakan detergen, tetapi sel-sel berkutu ini tidak bergerak. Salah satu ilmuan berdiri dan mengusap bagian salah satu dari sel-sel ini dengan debu dari tangannya tiga kali dan subhanallah ternyata sel-sel yang mengandung kutu tersebut hilang.

Jika sprei tidak sering dibersihkan, dalam waktu dua tahun bantal dan kasur Anda akan dipenuhi 10 persen kutu dan kotorannya. Kotoran kutu ini bisa memicu alergi, membuat kulit meradang dan bahkan 80 persen penderita asma juga diperkirakan disebabkan oleh tungau debu. Hal senada dikatakan Dokter Ackerley dalam kompas.com tahun 2015. Menurut dia, tungau debu dapat menyebabkan rinitis alergi, batuk, dan mata kering.

Jauh sebelum adanya penelitian tersebut, Allah telah berfirman dalam Qur’an surah Al-Baqarah ayat 222, ان الله يحب التوبين ويحب المتطهرين … Dalam potongan ayat ini dijelaskan secara umum “… Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri”. Dari dalil qur’an ini kita dapat pelajaran bahwa Allah itu menyukai orang yang suci, dalam KBBI suci itu memiliki arti bersih. Oleh karena itu, sebagai sesama muslim hendaknya kita senantiasa menjaga kebersihan diri maupun lingkungan.

Selain dalil di atas, ternyata ada juga hadis yang menjelaskan secara khusus tentang mengibas sprei sebelum tidur, yaitu dalam hadis riwayat Bukhari nomor 6320 dan hadis riwayat Muslim nomor 2714 yang artinya, “Apabila salah seorang di antara kalian hendak tidur, maka kibaslah tempat tidurnya dengan ujung sarungnya karena sesungguhnya dia tidak tahu apa yang akan menimpanya”.

Benda yang kita kibaskan ke kasur dengan menyebut nama Allah akan mengusir segala bentuk gangguan yang memungkinkan menetap di atasnya, misalnya jin atau setan. Jika kita membiarkan jin atau setan tidur bersama kita mungkin itulah penyebab susahnya kita bangun malam (untuk melaksanakan beribadah). Seperti dalam hadis, “Dari ibn Mas’ud ia berkata, ‘pernah diceritakan seorang sahabat kepada Rasulullah bahwa ada seseorang yang sepanjang malam tidur, tidak pernah bangun sedikit pun untuk shalat. Rasulallah menjawab, ‘telinga orang itu telah dikencingi oleh setan.’” (HR. Bukhari, Muslim, dan Nasai).

Jika kita meninggalkan waktu malam sungguh rugi diri kita ini, karena di waktu malam banyak kelebihan yang telah disebut dalam Al-Qur’an. Di antaranya pahala orang yang beribadah di waktu malam tidak terhalang, memperoleh nikmat surga, Allah mengangkat orang yang beribadah di waktu malam ke tepat yang terpuji dan masih banyak yang lainnya.

Berikut adalah tips membasmi kutu busuk dari tempat tidur, pertama bersihkan kasur sesuai anjuran Rasulullah yaitu dengan cara mengibas-ngibas kasur sebelum dan sesudah tidur, bisa juga ditambah dengan menggunakan vacuum cleaner agar kutu yang berada dalam kasur hilang secara optimal.

Kedua, cucilah sprei dan selimut secara terpisah dengan air panas, karena air panas bisa menghilangkan telur-telur yang dikeluarkan kutu ini.

Ketiga, jemur beberapa barang yang memungkinkan untuk dijemur seperti bantal, sprei, selimut dan yang lainnya. Menjemur beberapa barang dengan temperatur hangat secara berkala dapat membantu untuk mengusir kutu dari barang-barang yang kita jemur.

Keempat, hilangkan kutu dengan bahan-bahan yang mudah didapat, jika kita menemukan area kasur yang bolong, bisa jadi itu sarang dari kutu dan hal yang dapat kita lakukan adalah menyemprot area tersebut dengan air campuran cuka atau garam, hal ini dinilai efektif untuk membunuh kutu. Selain dengan cuka atau garam, kita juga bisa memberikan pengharum ruangan dengan aroma tea tree oil, lavender, lemongrass dan peppermint untuk menyingkirkan kutu busuk dari area kamar.

Berdasarkan ulasan di atas, sekarang kita mengetahui bahwa mengibas sprei sebelum tidur itu termasuk hal yang dianjurkan dalam pandangan sains dan bahkan Rasulullah sudah menganjurkan hal tersebut beribu-ribu tahun yang lalu. Dengan demikian, tidak ada salahnya jika kita menyempatkan waktu untuk mengibas sprei sebelum tidur, karena waktu singkat yang kita gunakan untuk mengibas seprei memiliki banyak manfaat yang tidak kita duga sebelumnya. Maka dari itu, pelaksanaan yang nyata menjadi tolok ukur keberhasilan kita menjaga diri ini, semoga bermanfaat, Wallahu a’lam.


Haikhal Tujimutahari, 12 IPA1
Tag :