Senin, 29-11-2021
  • Assalamu alaikum Selamat Datang di Website SMA Al Muhajirin Purwakarta dengan Visi : "Menjadi Sekolah Unggulan Berbasis Integrasi Ilmu di Tahun 2025".

Hujan Bukan Hanya tentang Kenangan

Diterbitkan : - Kategori : Artikel / Esai

Hujan bukan sekadar tetesan air yang muncul dari awan karena tak mampu menahan jutaan embun yang dikandungnya. Hujan turun ke semesta ternyata mempunyai arti masing-masing pada setiap diri manusia. Ada kalanya orang senang terhadap hujan karena menutupi dan melengkapi ketika sedang bersedih, dan ada pula yang bahagia kala tidak hujan karena hujan menurut mereka akan membuat kesenangannya pudar.

Hujan itu tidak pernah datang sendiri, ia selalu membawa ribuan sensasi bagi manusia. Seorang anak kecil yang berlari menghampiri orang yang lupa membawa payung di saat hujan untuk menawarkan jasanya, para nelayan yang terpaksa diam di rumah menunggu redanya deras ombak di lautan, dan supir ojek online yang bisa istirahat sejenak dari banyaknya pesanan seharian.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG, 2020) Menyatakan bahwa musim hujan tahun 2020 ini dimulai pada akhir bulan Oktober dan mengalami puncaknya pada awal bulan Januari atau akhir bulan Februari tahun 2021. Hujan itu merupakan anugerah dari Allah SWT. Namun ada sebagian manusia yang tidak menyukai hujan bahkan membenci hujan, dan ada manusia yang berkata menyukai hujan tetapi mencari tempat berteduh di kala hujan turun.

Bagi beberapa orang, hujan merupakan waktu untuk rehat sejenak dari aktivitas sehari-hari yang melelahkan, hujan mengingatkan petani bahwa ada saat untuk meletakkan cangkul, ada pula saatnya untuk menunda rapat dan menutup toko, juga memaksa seorang pria pekerja keras agar menikmati suasana hangat dan nyaman di rumah bersama keluarga tercinta.

Secara ilmiah hujan adalah sebuah peristiwa turunnya air dari langit yang berasal dari air yang diuapkan oleh sinar matahari dan prosesnya berulang-ulang. Prosesnya berulang-ulang karena air yang diuapkan tersebut adalah air yang berasal dari bumi, misalnya air laut, air danau dan masih banyak lagi.

                Ada satu dalil Al-Qur’an yang menarik perhatian saya tentang hujan, adalah surah At-Thariq ayat 11, وَالسَّمَآءِ ذَاتِ الرَّجْعِ (Demi langit yang mengandung hujan). Dalam dalil tersebut ada kata raj’i yang artinya dalam bahasa Arab adalah mengulang, dan bukan hujan. Seharusnya kalau diartikan dalam bahasa Arab, hujan itu adalah مطر (matorun) bukan الرجع (raj’i).

Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas Al-Qur’an Universitas Islam Madinah mentafsirkan bahwa makna (الرجع) dari surah At-Thariq ayat 11 yakni hujan; sebab ia datang dan pergi secara berulang-ulang. Ternyata alasan di Al-Qur’an disebut raj’i karena proses hujan itu sendiri yang berulang-ulang.

Proses hujan yang berulang-ulang terjadi karena awalnya hujan berasal dari air yang ada di laut, sungai, dan danau menguap ke udara, uapan air itu lama kelamaan berkumpul dan menjadi awan, lalu awan-awan berkumpul dan uap air yang terkandung dalam awan itu makin banyak dan berat sehingga turunlah hujan ke bumi.

 

Ditulis oleh :

Ghany Matin Syaripudin, 12 IPA1

image from : canva

Tag :