Aktifitas, esai, Fun & Fresh, Siswa Menulis

Masa Akhir Angkatan Corona (Kusmiati Putri T.)

 

 

Berada di tengah pandemi covid-19 bukanlah suatu hal yang mudah. Tidak sedikit orang-orang yang terkena stres berlebih karena pandemi ini. Virus ini memang menjadi tantangan hidup sekarang ini, bagaimana seseorang mampu menjalani kehidupannya. Pemerintah pun sigap mengambil kebijakan-kebijakan untuk memutus rantai virus corona. Seperti halnya pada tanggal 16 Maret 2020, pemerintah memberlakukan kepada seluruh siswa di  Indonesia untuk belajar di rumah, bahkan agenda kelas 12 SMA pun yang awalnya akan di adakan UNBK resmi dibatalkan.

Selama masa social distancing diberlakukan, seluruh masyarakat harus berdiam di rumah, berkumpul dengan keluarga dan melakukan aktivitas yang bermanfaat. Social distancing ini membuat semua orang hanya bisa bertemu dengan jarak  jauh, hanya bisa lewat chatting dan video call. Di saat seperti itulah kita mampu merasakan kerinduan terhadap suasana yang seperti  biasa(berkumpul dan berdekatan).

Angkatan lulusan tahun 2020 ini mengalami masa yang cukup berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Mengapa? Mereka harus merasakan bagaimana rasanya berpisah sebelum waktunya, kisah mereka singkat. Cerita serupa pun di alami oleh saya sendiri, di mana masa-masa terakhir saya menjadi seorang pelajar bersama teman-teman yang lain harus berhenti dan dirasakan begitu singkat. Kehilangan kesan saat di sekolah, kita selalu melakukan apa pun bersama.

Saya sebagai kelas 12 SMA yang mengalami pandemi corona ini begitu merasakan kesedihan. Waktu di saat kami semua masih bersama terasa hilang dan tidak ada. Kami merasa kehilangan akan suasana kelas yang  ceria heboh saat tidak ada guru karena sakita atau ada rapat, kelas yang sepi karena semua murid  khusuk bermimpi alias tertidur. Rasa lelah kami saat berada di pondok sangat kami rindukan. Berbagai macam cara sudah kami lakukan untuk melepas kepenatan saat karantina ini, tapi tetap saja kami merindukan sekolah.

Pandemi corona ini bukan hanya saja membuat saya mengakhiri masa SMA dengan cepat. Tetapi, membuat pengalaman yang seharusnya lebih banyak dilewati pada masa terkahir SMA ini hilang. Sekolah sudah merancang berbagai agenda yang akan dilaksanakan oleh seluruh kelas 12. Misalnya, PKL yang seharusnya dilaksanakan pada pertengahan April ini terpaksa di batalkan. PKL ini sendiri sebenarnya sangat dibutuhkan oleh kelas 12 karena untuk pengembangan kereativitas kepercayaan diri, berkomunikasi, dan kemampuan berdaptasi  serta banyak sekali ilmu yang terlewatkan karena Pkl ini dibatalkan.

Bukan hanya Pkl saja yang terlewatkan, pembekalan yang seharusnya diikuti dengan khidmat dan di saat pembekalanlah kita mampu mengembangkan bakat juga  menambah wawasan yang sebelumnya belum kita ketahui.  Pun kami harus melewatkannya.

Masih banyak agenda kelas 12 yang sebenarnya penting untuk pengembangan dalam berbagai bidang yang terlewat karena pandemi corona ini. Sangat disayangkan sekali waktu yang singkat untuk masa-masa terakhir kelas 12 tahun ajaran 2019/2020 ini. Namun, semua yang dialami harus diyakini sebagai anugerah dan karunia terbesar. Pandemi corona ini memang dianggap sebagai cobaan yang berat untuk kelas 12 SMA, bagaimana tidak? Semua siswa jelas 12 SMA harus merasakan pula kelulusan secara online bahkan mungkin berpisah hanya lewat video call.

Agenda kelas 12 SMA yang sangat dinantikan yaitu pelaksanaan acara pentas seni, kelas 12 SMA Al-Muhajirin sangat merasa sedih apabila kegiatan tersebut tidak terlaksana. Panggung yang sudah hampir berdiri kokoh kami simpan untuk sementara menunggu hingga pandemi ini hilang. Sebenarnya anak-anak kelas 12 sudah mempersiapkan penampilan-penampilan yang spektakuler dan  kami sudah berlatih hampir 80 persen.

 

Semua siswa kelas 12 berharap pandemi ini cepat berlalu agar agenda akhir tahun Al-Muahjirin dapat terlaksana. Setiap orang membutuhkan cobaan di dalam hidupnya agar dia mampu teruji seberapa kemapuan dia untuk hidup, begitulah yang sedang dirasakan oleh anak-anak kelas 12 yang hanya bisa pamit dan saling meminta maaf  melalui media sosial, bertemu guru-guru terakhir di bulan Maret bukan Juni seperti biasanya.

Badai pasti akan berlalu sama halnya seperti covid-19 yang akan segera berlalu. Kekuatan anak-anak kelas 12 dalam menjalani cobaan ini adalah mereka yang saling menguatkan satu sama lain. Kami memandang virus covid-19 ini sebagai suatu keberkahan dan anugerah karena kami harus mampu menguji kesabaran kami dan berdoa agar virus ini cepat berlalu. Oleh karena itu mari bersama-sama saling bahu-membahu untuk memutus penyebaran rantai virus corona. Tetaplah berjuang, selamat sukses kawan, jangan pernah lupakan perjuangan dan  kawan seperjuangan. Salam SUKSES untuk semua angkatan Corona. (Ed)

 

Penulis   : Kusmiati Putri Taryono

Kelas      :  XII IPS 2

 

 

About the Author

SEKOLAH INTEGRASI ILMU ( SMA/MA) MERUPAKAN BOARDING SCHOOL TERBAIK DI PURWAKARTA