Aktifitas, esai, Siswa Menulis

Berusaha Kreatif di Libur Pandemi (Nabil Husnan Azmy)

 

27 Maret 2020, hari itu aku dapat kabar bahwa sekolah-sekolah negeri di Jawa Barat resmi diliburkan selama 2 pekan guna mencegah penyebaran covid-19 yang mulai masuk ke Indonesia. Ya. Covid-19. Virus yang  viral dan pertama kali ada di  Cina. Tentunya sangat membuat kepanikan dan hrus ditanggapi serius.

Bagaimana tidak, hampir seluruh kegiatan yang sudah menjadi kebiasaan, untuk sementara dihentikan. Banyak kebijakan-kebijakan pemerintah yang harus ditaati. Mulai dari imbauan cuci tangan pake sabun (meskipun ini budaya sehat yang seharusya ada sejak dahulu sih), menghindari kerumunan (kami santri selalu mengaji dan zikir dengan ribuan teman lainnya), dan yang terpenting imbauan untuk #dirumahaja (kami di pesantren lo Pak). Mendengar kata rumah, bagi kami seorang santri adalah hal luar biasa.  Di rumah kami bisa terhindar dari peraturan dan kegiatan pondok yang rasanya sulit sekali kami taati. Tapi mau tidak mau kami harus berusaha taat demi keberkahan ilmu (segalanya demi keberkahan).

Kemudian, bukan hanya sekolah negeri, pondokku yang merupakan sekolah swasta tapi tidak kalah hits dan keren dengan sekolah negeri lain memulangkan para santri. Kenyamanan rumah mulai terbayang dalam pikiran. Aku bisa main game sepuasnya, tidak ada atur-mengatur waktu, suruh-menyuruh disiplin, dan apa pun itu yang sudah menjadi kebiasaanku saat mondok. Terlebih, aku adalah santri akhir tahun yang diberi tanggung jawab untuk mengurusi santri. Alih-alih untuk membalas demdam kesibukan pondok, aku coba menikmati kebebasan hidup dengan kegiatan yang sederhana. Makan, main game, salat, tidur ahahaha.. senangnya hidup ini. Walaupun ada beberapa tugas yang harus kuselesaikan.

Tak terasa 2 pekan sudah terlewati, aku puas dengan kesenangan selama #dirumahaja. Namun, pemerintah kembali mengintruksikan agar pembelajaran dilakukan secara daring dan kali ini sampai waktu yang tidak ditentukan. Mengingat terus bertambahnya jumlah penderita covid-19.

Aku pikir dengan ditambahnya jumlah liburan atau tepatnya sekolah di rumah, hari-hariku akan menyenangkan. Ternyata aku salah, semakin hari semakin bosan dan rindu suasana yang super sibuk dan serba teratur.  Ternyata aku hanya butuh rehat sejenak, merasakan kenyamanan dan kebebasan. Akhirnya kenyamanan ini menjadi cikal-bakal kemalasanku yang akan menghadapi berbagai macam tes masuk kuliah. Aku lebih sering membaca postingan dari pada soal-soal latihan, lebih sering main game daripada  baca tafsir. Berbeda ketika di pondok, sesibuk apa pun pasti aku menyempatkan waktuku di sore hari untuk mengerjakan latihan soal, membaca tafsir, dan mendalami kitab. Lama-lama aku muak juga dengan liburan pandemi ini.

Adanya imbauan pemerintah di masa pandemi ini, TATATILAH!

Kendati rindu mondok ini semakin menjadi. Semoga kita bisa lebih sabar dan dekat dengan keluarga, apalagi seorang santri yang hari-harinya jauh dengan orangtua. Ini adalah kesempatan kita untuk berbagi cerita susah senang kita saat mondok. Selain itu, kita juga jadi paham bagaimana penggunaan internet yang baik, khususnya untuk kelas daring. Tapi, itu pun masih ada kendala bagi mereka yang tinggal di daerah yang sulit menjangkau sinyal. Akhirnya, hal itu menjadi alasan untuk tidak melaksanakan perintah yang serba daring. (mari lain kali cari solusinya)

Semoga  pandemi ini cepat berlalu dan kita bisa kembali beraktivitas normal dengan pola pikir yang baru. Mungkin kita banyak mengeluh dengan pandemi ini. Sebab, banyak sektor yang dirugikan oleh pandemi ini. Sperti PHK  di mana-mana, ojek online menurun orderannya, bahkan pusat keramaian pun sepi akibat pandemi ini dan buntutnya gulung tikar. Tapi, adanya pandemi ini juga  seperti kata ibu ketua yayasan mengajarkan bahwa segala sesuatu itu akan hancur dan kita tidak boleh beharap kecuali hanya kepada Allah. Adanya sesuatu karena adanya Allah seperti halnya pandemi covid-19 ini. Kita hanya bisa sami’na wa atho’na. Mendengar dan manaati perintah Allah, Rasul dan Ulil Amri (pemerintah).

Anjuran pemerintah untuk #dirumahaja, mejadikan orang-orang yang mahir di bidangnya membuat grup bimbingan belajar, lomba, seminar, dan quis berhadiah yang dilakukan secara daring dan gratis. Hal ini bisa juga kita manfaatkan selagi dalam masa pandemi ini. Sedikit banyaknya waktu kita bisa digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat. Setidaknya kita punya kenalan baru yang jauh dan mendapat pengalaman mengikuti kegiatan bermanfaat. Meskipun tak jarang kelas yang diikuti tidak mengupas tuntas suatu topik atau memperdalamya karena keterbatasan  daring. Yaa.. minimal kita punya e-sertifikat kegiatan itu hehe…  (Ed)

 

Penulis : Nabil Husnan Azmy

Kelas   : XII MIPA 1

 

 

 

 

 

About the Author

SEKOLAH INTEGRASI ILMU ( SMA/MA) MERUPAKAN BOARDING SCHOOL TERBAIK DI PURWAKARTA