Fun & Fresh, Karya Sastra, Puisi, Siswa Menulis

SEPUTAR KERINDUAN

 

SEPUTAR KERINDUAN

Semuanya padam

Waktu seketika meredam senyuman

Tak ada yang bisa menyalakan lilin di tengah kegelapan

Kehidupan seolah hendak  terhentikan

Ya Rabbi,,

Kusematkan doa untuk kepulihan

Karena aku rindu akan kebersamaan

2020 mengukir sejarah dalam peradaban

Tentang Ramadan kali ini

Menjalarkan sepi yang berarti

Tak ada buka bersama Pak Kiai

Tarawih bagai nyawa tanpa nadi

Masjid Umi dan Al-Mukhtar  kosong tanpa santri

Ceramah Bapak Kiai tak bisa kami dengar  langsung bersama lagi

Untuk pertama kali

Karena bencana

Kita semua seperti tak berirama lagi

Tak ada antrean untuk mengambil nasi ataupun takjil yang serba-serbi

Ramadan kali ini kita semua mengurung diri

Tak ada ngabuburit di lapangan sembari bersalawat lagi

Murajaah bersama bagai mimpi di pagi hari

Pulihlah

Kembalikan senyuman dengan tertutupnya keadaan rumit yang tanpa henti menghantui dunia ini

Nuansa takbir harapan berjuta asa

Datanglah

Sucinya nama-Mu mengikat kuat dalaam keimanan

Disirami dengan doa-doa yang senantiasa dipanjatkan

Pandemi segera

Berhenti

Karena akhir cerita ini dinantikan

Tangisan mengulum senyuman karena aliran ini amat terasakan

Harapan meminta akan kenyataan yang memancarkan semangat ketakwaan

Untuk pertiwi

Pandemi berhenti

Rindu terganti

Terima kasih Ya ROBBI

 

Penulis   : Tia Monika

Kelas       : XI IPS

 

About the Author

SEKOLAH INTEGRASI ILMU ( SMA/MA) MERUPAKAN BOARDING SCHOOL TERBAIK DI PURWAKARTA