Tulisan Kepsek

Tafaquh, Tazkiyah dan Dakwah sebagai Tujuan Pendidikan

Uraian berikut ini adalah penjelasan dan penegasan tentang tujuan pendidikan yang diselenggarakan di pesantren Al-Muhajirin.

  1. Tafaquh Fid Din (التفقّه في الدّين)

Tafaquh Fid Din artinya memahami agama. Inilah tujuan pertama pendidikan yang diselenggarakan oleh Al-Muhajirin. Memahami ajaran agama dengan baik dan benar adalah kewajiban setiap muslim (fardlu ‘ain). Al-Muhajirin hadir untuk membantu kaum muslimin memenuhi kewajibannya tersebut. Dari pemahaman agama inilah akan lahir pengamalan ajaran agama yang benar. Pada level tertentu, pemahaman agama ini bukan hanya harus baik dan benar, tetapi juga mendalam.

Untuk mencapai tujuan ini, maka ilmu-ilmu agama menjadi pelajaran wajib dan utama di setiap level pendidikan. Ilmu-Ilmu agama ini meliputi:

  1. Al-Qur’an (Tilawah, Tajwid, Tahfidz, dan Tafsir)
  2. Hadits
  3. Sirah Nabawiyah
  4. Fiqih
  5. Tauhid

Kelompok mata pelajaran ini bisa disebut sebagai mata pelajaran maqashid, atau utama atau primer.

Sebagai pendukung untuk membantu siswa memahami ajaran-ajaran Islam, maka perlu diajarkan pula ilmu-ilmu berikut:

  1. Bahasa Arab (Nahwu, Sharaf, Balaghah)
  2. Musthalah Hadits
  3. Ulumul Qur’an
  4. Ushul Fiqih
  5. Sejarah Islam (Tarikh)
  6. Matematika
  7. IPA (Sains)
  8. IPS (Ilmu-Ilmu Sosial)

Jadi posisi ilmu-ilmu dalam mata pelajaran pendukung ini adalah sebagai wasilah, sarana, dan alat bantu untuk memahami ajaran Islam. Mata pelajaran pada kelompok ini bisa disebut sebagai mata pelajaran wasail atau komplementer. Misinya adalah membantu siswa memahami ajaran Islam. Dengan demikian semua guru adalah guru agama baik langsung atau pun tidak langsung. Dengan misi mata pelajaran seperti ini, maka secara otomatis semua guru adalah guru kebaikan yang dalam bahasa hadits disebut sebagai Mu’allim An-Naasa Al-Khaira (معلّم النّاس الخير )

  1. Tazkiyatun Nafsi (تزكيّة النفس )

Tazkiyatun Nafsi artinya membersihkan diri (hati) dari sifat-sifat buruk dan mengisinya dengan sifat-sifat baik. Tazkiyatun Nafsi berkaitan dengan pembentukan akhlak yang merupakan tujuan utama dakwah Nabi Muhammad saw. Ini pulalah yang menjadi tujuan pendidikan Al-Muhajirin. Harus mampu membentuk akhlak mulia dalam diri setiap siswa. Istilah populer untuk tazkiyatun nafsi adalah character building dan pendidikan karakter.

Untuk mencapai tujuan ini, maka diajarkan ilmu-ilmu berikut:

  1. Akhlak (di mulai dari etika islami dalam aktifitas sehari-hari)
  2. Tashawuf

Karena ketiga tujuan ini adalah satu-kesatuan maka kelompok mata pelajaran pada tujuan pertama harus mendukung dan berorientasi juga terhadap tujuan kedua ini. Pembelajaran Fiqih Ibadah misalnya harus mendorong siswa untuk memiliki akhlak yang baik. Demikian juga dengan ilmu sains dan sosial harus berkontribusi terhadap pembentukan akhlak.

  1. Dakwah (الدعوة إلى الله )

Dakwah artinya mengajak dan menyeru. Pendidikan di Al-Muhajirin diselenggarakan dengan tujuan dakwah, yaitu mengajak dan menyeru manusia ke jalan Allah swt. Maka keagungan Islam dan kemuliaan kalimah Allah adalah cita-cita Al-Muhajirin.

Dengan tujuan ini, maka pembelajaran di Al-Muhajirin harus membekali siswa dengan kesadaran, keberanian dan keterampilan dakwah untuk menyebarluaskan ajaran Islam, baik secara lisan maupun tulisan. Untuk mewujudkan tujuan ini, mata pelajaran dan ekskur berikut menjadi strategi pencapaiannya

  1. Fiqih Dakwah
  2. Bahasa Indonesia
  3. Bahasa Inggris
  4. Bahasa Arab
  5. Bahasa Asing lainnya
  6. Retorika
  7. Muhadlarah
  8. Creative Writing

Dengan demikian, pembelajaran bahasa di Al-Muhajirin misalnya, adalah untuk membekali siswa dengan keterampilan berbicara dan menulis sebagai bekal mereka berdakwah. Bila dikaitkan dengan tujuan pertama, maka pelajaran bahasa juga menjadi penting untuk melatih siswa terampil membaca dan mencerna isi bacaan dari buku-buku keislaman. Jelaslah, bahwa semua mata pelajaran yang tidak secara langsung mengajarkan agama, tetap berkontribusi terhadap ketiga tujuan pendidikan ini.

Dengan memahami tujuan pendidikan ini, maka semua guru harus memiliki visi dan orientasi pembelajaran yang sama, yaitu memahamkan agama, membentuk akhlak mulia, dan membangun kesiapan dakwah dalam diri siswa melalui mata pelajarannya masing-masing. Visi dan orientasi inilah yang harus menjadi niat mengajar. Kesatuan niat ini kemudian menjadi gerakan bersama untuk memuliakan Islam dan meninggikan kalimat Allah swt.

Selanjutnya ketiga tujuan pendidikan ini dapat digambarkan sebagai berikut

ttd

Berdasarkan tujuan tersebut, organisasi dan hubungan antar mata pelajaran dapat digambarkan sebagai berikut (perhatikan tanda panah):

Slide3

Dari segi hukum mempelajari ilmu, dapat digambarkan sebagai berikut:

Slide4

About the Author