Tulisan Kepsek

Mengintegrasikan Visi Sekolah ke dalam Pembelajaran

Berikut ini adalah salah satu studi kasus di SMA Al-Muhajirin mengenai pengintegrasian Visi Sekolah
ke dalam pembelajaran. Umumnya, di banyak sekolah, visi tingggal visi, tak lebih dari sekadar sederet kalimat yang ditulis, didokumentasikan dan dipampang dalam spanduk.

Visi SMA Al-Muhajirin sendiri adalah menjadi Sekolah Unggulan dengan basis Integrasi Ilmu. Ya, setiap satuan ilmu harus bersatu padu menyatu menuju Allah untuk membentuk iman dan karakter.

Bagaimana cara mengintegrasikan Visi Sekolah ke dalam Pembelajaran?

Inilah langkah-langkah sederhana sebagai upaya mewujudkan integrasi tersebut.

  1. Prinsip 5 menit awal dan 5 menit akhir

    5 menit pada awal dan akhir pembelajaran adalah periode emas bagi siswa. Pada waktu itulah pikiran dan perasaan siswa paling siap diisi informasi, motivasi, dan doktrin.

    Pada 5 menit awal, integrasi visi sekolah dapat dilakukan melalui Spiritualisasi niat belajar. Dengan spiritualisasi guru membangun kesadaran siswa bahwa belajar adalah tugas dari Allah dan cara mendekatkan diri kepada-NYA. Guru membangun kesadaran bahwa ilmu yang akan dipelajari adalah dari Allah dan Allah lah guru yang sesungguhnya. Guru mengajak siswa untuk bersandar kepada Allah bukan pada guru atau kemampuan diri.

    Pada 5 menit akhir, integrasi visi sekolah dilakukan dengan melakukan refleksi tentang ilmu yang dipelajari. Pada tahap ini guru menegaskan bahwa materi, konsep dan teori yang dipelajari sesungguhnya telah disebutkan atau diisyaratkan dalam Al-Qur’an. Bila tidak ada ayat yang secara langsung atau isyarat menunjukkan hal tersebut, guru dapat menyampaikan pesan tauhid secara umum atau menggali nilai dan pesan moral yang terdapat dalam materi, konsep dan teori yang dipelajari.

  2. Indikator Pembelajaran

    Untuk kompetensi dasar tertentu, visi sekolah dapat diintegrasikan secara langsung ke dalam rumusan indikator pembelajaran. Hal ini berlaku bila kompetensi, materi, konsep, atau teori yang dipelajari berkaitan secara langsung dengan visi sekolah. Ketercapaian indikator harus dievaluasi melalui sebuah penilaian sehingga yang tercantum dalam rumusan indikator pembelajaran harus termuat dalam soal tes, sebab indikator pembelajaran adalah kompetensi yang terkait dengan mata pelajaran.

    Contoh: Siswa memahami keanekaragaman hayati sebagai tanda kebesaran Allah

  3. Tujuan Pembelajaran

    Tidak semua rumusan indikator dapat berintegrasi secara langsung dengan visi sekolah. Dalam kondisi seperti ini, maka langkah yang dapat ditempuh oleh hampir semua mata pelajaran adalah mengintegrasikan visi ke dalam tujuan pembelajaran. Karena tujuan pembelajaran merujuk pada proses dan hasil yang harus dilakukan dan dimiliki siswa, maka visi mempunyai ruang yang cukup leluasa untuk diintegrasikan. Rumusan tujuan pembelajaran tidak harus termuat dalam soal tes.

    Contoh: Menjelaskan nilai akhlak/karakter dari fenomena alam ….

  4. Kegiatan Pembelajaran

    Pada tahap ini, integrasi visi sekolah bisa dilakukan melalui penjelasan guru, pemilihan metode pembelajaran, tanya jawab dan cara-cara lainnya yang merupakan bagian dari eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.

  5. Refleksi

    Refleksi adalah bagian yang sangat penting dalam menutup pembelajaran. Strategi “5 Menit Akhir” dapat dijadikan muatan refleksi. Guru menutup pembelajaran dengan pesan tauhid dan akhlak (karakter) yang dikaji dari materi, konsep, teori, dan analisi mata pelajaran sebagai bagian dari kompetensi dasar.

demikianlah contoh sederhana bagaimana sebuah Visi Sekolah diintegrasikan ke dalam pembelajaran. Bagaimana dengan visi di sekolah atau lembaga Anda?

About the Author